Kecerdasan Buatan
Kecerdasan Buatan atau Artificial Intelligence (AI) adalah bidang ilmu komputer yang berfokus pada penciptaan mesin cerdas yang dapat berpikir, belajar, dan bertindak seperti manusia. AI memungkinkan komputer untuk melakukan tugas-tugas yang biasanya memerlukan kecerdasan manusia. Pada dasarnya, AI bekerja dengan menganalisis sejumlah besar data untuk menemukan pola dan membuat prediksi. Proses ini didukung oleh berbagai teknik, dengan yang paling umum adalah Machine Learning (Pembelajaran Mesin).
Untuk mendukung fitur fitur yang ada di PintuKerja, kami menggunakan sistem kecerdasan buatan pada saat proses Mencari pekerjaan, Menyarankan pekerjaan yang sesuai dengan profil pengguna dan percakapan terahkir dengan Kecerdasan Buatan, Mengekstraksi data pekerjaan, dan Menghasilkan dokumen pendukung untuk proses rekruitmen. Hal ini tentunya sudah di rancang secara matang agar data yang akan di gunakan oleh seluruh pengguna PintuKerja akan relevan.
PintuKerja akan selalu menjaga tingkat relevansi dari data data yang akan di sajikan kepada pengguna PintuKerja sehingga pengguna dapat di sajikan data data yang baru dan relevan untuk mendukung proses pencarian kerja. Namun, pengguna juga harus selalu memperhatikan seluruh output yang dihasilkan oleh sistem Kecerdasan Buatan ini mungkin dapat mengandung kesalahan atau ketidakakuratan. Informasi yang disediakan oleh sistem ini disajikan sebagaimana adanya dan mungkin tidak selalu sepenuhnya akurat. Sistem bekerja berdasarkan pola dari data dalam jumlah besar dan tidak memiliki pemahaman atau kesadaran seperti manusia, sehingga dapat menghasilkan informasi yang kurang tepat. Oleh karena itu, sangat penting bagi pengguna PintuKerja untuk secara mandiri memverifikasi keakuratan dan kelayakan informasi sebelum mengambil tindakan atau keputusan berdasarkan data tersebut.
PintuKerja akan selalu bijak dan bertanggung jawab dalam proses penggunaan Kecerdasan Buatan di dalam sistem Aplikasi PintuKerja, Kecerdasan Buatan pada sistem PintuKerja sudah diatur sebagaimana mestinya untuk dapat bekerja sesuai dengan etika dan tidak melanggar batas batas privasi dan ruang lingkup pribadi pengguna selaku pencari kerja serta ruang lingkup perusahaan selaku pemberi lowongan kerja, serta pihak ketiga sebagai penyalur lowongan pekerjaan.